Rabu, 14 April 2010

Wasiat Nabi صلى الله عليه وسلم Agar Memuliakan Ahli Hadits

WASIAT NABI AGAR MEMULIAKAN AHLI HADITS

1. Dari Abu Said Al-Khudri berkata:


Apabila melihat para penuntut ilmu –yakni ahli hadits- ia mengatakan : “Marhaban, selamat bergembira dengan wasiat Rosululloh صلى الله عليه وسلم.”


Atsar hasan. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam sunan-nya (5/30), Ibnu majah dalam sunan-nya (10/90), Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5/570), dalam Al Madkhal (hal. 369), Al-Khathib dalam Syarfu Ash-Habil Hadits (22), didalam Al-Jami’ (10/35), An-Nasafi dalam Ulama’ Samarkhan (521), Ibnu Adi dalam Al-Kamil (5/1733), Ibnu Khair dalam Fahrasat (8), Abdurrozaq dalam Mushannaf (11/252), Al Bhaghowi dalam Syarhu Sunnah (1/286), Ibnu Abi Hatim dalam Al-Jarhu wat Ta’dil (1/12), dll. Dari beberapa jalan dari Abu Harun Al-Abdi dari Abu Said Al-Khudri.

Berkata syaikh Abu Abdurrohman, didalam sanadnya terdapat Abu Harun, dia Amarrah bin Juwain Al-Abdi dan dia matruk sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam At-Taqrib (711). Akan tetapi dia tidak sendirian dan diikuti oleh Abu Nadhrah Al-Mundzir bin Malik Al-Abdi Al-Bashri dan dia tsiqoh, lihat At-Taqrib karya Ibnu Hajar (971).

Dari Abu said Al-Khudri bahwasanya dia berkata :

“Marhaban dengan wasiat Rosululloh صلى الله عليه وسلم, adalah dahulu Rosululloh صلى الله عليه وسلم mewasiati kami tentang kalian.”

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/88) dari jalan Said bin Sulaiman Al-Wasithi ia mengatakan: berkata kepada kami Abbad bin Al-Awwam dari Jariri dari Abu Nadhrah dengannya. Atsar hasan.
Dari jalan ini telah diriwayatkan oleh Ar-Ramahurmuzi dalam Al-Muhadditsul Fashil (176) dan Al-‘Alla’I dalam Bughiyatul Multamis (28), Ibnu Abi Hatim dalam Al-Jarhu (1/12), dan dalam Tamam Al-Fawaid (1/150).

Berkata Al-Hakim: “Ini Hadits shahih disebabkan kesepakatan Syaikhaini untuk berhujah dengan Said bin Sulaiman, Ubadah bin Al-Awwam, dan Jariri, kemudian Muslim pun berhujah dengan Hadits Abu Nadhrah.”

Berkata Syaikh, Adz-Dzahabi menetabkannya bahwa hadits tersebut tidak ada Illahnya.
Berkata Al-‘Alla’i: “Sanadnya tidak mengapa.” Dan dikuatkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (1/565).

2. Dari Amir bin Ibrahim, Ia berkata:


“Adalah Abu Darda’ apabila melihat penuntut ilmu ia mengatakan marhaban dengan penuntut ilmu dan ia mengatakan sesungguhnya Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah berwasiat tentang kalian.”

Atsar hasan. Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dalam Al-Musnad (1.99), dari jalan Ismail bin Aban ia mengatakan ia mengatakan: berkata kepada kami Ya’qub dari Amir bin Ibrahim dengannya.

Berkata Ibnul Qoyyim dalam Miftah Darus Sa’adah (1/287): “Bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم telah berwasiat kepada para penuntut ilmu dengan kebaikan dan itu tiada lain disebabkan oleh keutamaan dan kemuliaan apa yang mereka pelajari.”

Aku katakan (syaikh): ini menunjukkan kedudukan ahli atsar dan ahli hadits didalam agama.

Berkata As-Sajuzi dalam Ar-Risalah (220): “Orang yang mengikuti (Nabi صلى الله عليه وسلم) wajib didahulukan dan dimuliakan, walaupun umurnya masih belia dan bukan dari turunan bangsawan."

Berkata Al-Khatib didalam Syarfu Ash-Habil Hadits (49): “Wasiat Nabi صلى الله عليه وسلم ialah agar memuliakan ulama hadits.”

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan: “Barang siapa mengagungkan ulama hadits maka ia akan menjadi besar dimata Rosululloh صلى الله عليه وسلم , dan barang siapa merendahkan mereka, maka ia akan jatuh dan hina dimata Rosululloh صلى الله عليه وسلم , karena ulama hadits adalah penyampai berita dari Beliau صلى الله عليه وسلم .”
Lihat Manaqib Al-Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Jauzi (180).

Abu 'Aisyah berkata: Demikianlah besarnya keutamaan penuntut ilmu (Ahli Hadits), hendaknya kita berlomba-lomba dalam mencapai ini semua. Wallahu Muwafiq.

Pembahasan ini disarikan dari kitab Al-Azhar Al-Mantsuroh fi Tabyini Anna Ahlal Hadits Hum Al-Firqotu An-Najiyah wath-Thoifah Al-Manshuroh, penulis Abu Abdurohman al-Atsari.

Abu 'Aisyah.

Tidak ada komentar: