Jumat, 12 Februari 2010

Benarkah Syaikh Al Albani Taubat?

Benarkah Syaikh Al Albani Taubat?
By, Abu Aisyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Telah datang khabar dari Rosululloh صلى الله عليه وسلم, bahwasanya akan datang para Dajjal (pendusta). Dan tentu saja mereka akan membuat dusta sehingga manusia akan lari dari petunjuk kepada kesesatan. Hal itu akan terus berlangsung sehingga muncul sang Dajjal. Mereka para pendusta tersebut akan bersekutu dengan Iblis dan bala tentaranya untuk menjauhkan manusia dari kebenaran. Semoga Allah تعالى Melindungi kaum muslimin dari makar mereka.
Dan telah datang sebuah berita atau nukilan dusta atas nama para ulama tentang berita tobat mereka. Sebenarnya, masalah rujuknya para ulama dari suatu pendapat kepada pendapat yang lain merupakan perkara yang ma’lum. Akan tetapi apabila berita itu merupakan sebuah kedustaan, maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang berbahaya. Kenapa?

Karena selain hal tersebut adalah kebohongan terhadap para ulama, hal tersebut akan meniadakan pendapat asli mereka. Dan apabila pendapat para ulama tersebut ditopang dengan dasar ayat Al Qur’an ataupun hadits yang shohih maka konsekwensinya hal tersebut akan membatalkan Al Qur’an dan Hadits yang mereka bawa.
Termasuk dalam hal ini adalah tulisan disebuah blog yang mereka namakan blog mereka Salafytobat. Sebuah blog yang isinya merupakan kumpulan pendapat pendapat lemah dan menyimpang. Dan salah satu tulisan (dusta) mereka adalah pernyataan mereka tentang tobatnya syaikh Albani dan Imam Adz Dzahabi dari pendapat mereka tentang bersemayamnya Allah تعالى diatas Arsy. Dan yang lebih aneh adalah pendapat yang mereka klaim merupakan pernyataan tobat para ulama diatas adalah dalam kitab Mukhtashor Al Ulluw. Padahal telah jelas dan gamblang bagi mereka yang mempunyai sedikt saja tentang ilmu atau mereka yang mau membaca kitab tersebut secara keseluruhan, bahwa kitab Al Ulluw adalah kitab yang isinya merupakan penetapan sifat tinggi Allah تعالى dan bersemayamnya Allah تعالى diatas Arsy serta bantahan kepada pendapat pendapat / kelompok kelompok yang menyimpang. Dan kitab tersebut merupakan kitab yang lengkap disertai dalil Al Qur’an, Hadits, pendapat para Sahabat, para Tabi’in dan Imam Imam kaum muslimin. Kalau anda tidak percaya ini buktinya.
Pada muqodimah kitab Al Ulluw Imam Adz Dzahabi berkata :

أما بعد فإني كنت في سنة إحدى وتسعين وستمائة جمعت أحاديث وآثارا في مسألة العلو وفاتني الكلام على بعضها ولم أستوعب ما ورد في ذلك فذيلت على ذلك مؤلفا أوله سبحان الله العظيم وبحمده على حلمه بعد علمه
والآن فأرتب المجموع وأوضحه هنا وبالله أستعين وهو حسبنا ونعم الوكيل
الآيات والأحاديث الواردة في العلو
آيات الإستواء والعلو
قال الله تعالى ومن أصدق من الله قيلا ( إن ربكم الله الذي خلق السموات والأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش )
وقال تعالى ( وهو الذي خلق السموات والأرض في ستة أيام وكان عرشه على الماء )
وقال تعالى في وصف كتابه العزيز ( تنزيلا ممن خلق الأرض والسموات العلى الرحمن على العرش استوى )
وقال تعالى ( الذي خلق السموات والأرض وما بينهما في ستة أيام ثم استوى على العرش الرحمن )
إلى غير ذلك من آيات الاستواء
وقال تعالى ( ثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال لها وللأرض ائتيا طوعا أو كرها قالتا أتينا طائعين )
وقال تعالى ( ثم استوى إلى السماء فسواهن سبع سموات )
وقال تعالى ( يدبر الأمر من السماء إلى الأرض ثم يعرج إليه في يوم كان مقدراه ألف سنة متما تعدون )
وقال تعالى ( إليه يصعد الكلم الطيب )
وقال تعالى ( إني متوفيك ورافعك إلي )
وقال تعالى ( وما قتلوه يقينا بل رفعه الله إليه )
وقال تعالى في الملائكة ( يخافون ربهم من فوقهم )
وقال تعالى ( أأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض فإذا هي تمور أم أمنتم من في السماء أن يرسل عليكم حاصبا )
وقال تعالى ( ذي المعارج تعرج الملائكة والروح إليه )
وقال تعالى ( وقال فرعون يا هامان ابن لي صرحا لعلي أبلغ الأسباب أسباب السموات فأطلع إلى إله موسى وإني لأظنه كاذبا )
إلى غير ذلك من نصوص القرآن العظيم جل منزله وتعالى قائله
الأحاديث الواردة في العلو :
فإن أحببت يا عبد الله الإنصاف فقف مع نصوص القرآن والسنن ثم انظر ما قاله الصحابة والتابعون وأئمة التفسير في هذه الآيات وما حكوه من مذاهب السلف
فإما أن تنطق بعلم وإما أن تسكت بحلم
ودع المراء والجدال فإن المراء في القرآن كفر كما نطق بذلك الحديث الصحيح
وسترى أقوال الأئمة في ذلك على طبقاتهم بعد سرد الأحاديث النبوية
جمع الله قلوبنا على التقوى الهوى
فإننا على أصل صحيح وعقد متين من أن الله تقدس إسمه لا مثل له وأن إيماننا بما ثبت من نعوته كإيماننا بذاته المقدسة إذ الصفات تابعة للموصوف فنعقل وجود الباري ونميز ذاته المقدسة عن الأشباه من غير أن نتعقل الماهية
فكذلك القول في صفاته نؤمن بها ونعقل وجودها ونعلمها في الجملة من غير أن نتعقلها أو نشبهها أو نكيفها أو نمثلها بصفات خلقه تعالى الله عن ذلك علوا كبيرا
فالإستواء كما قال الإمام مالك وجماعة
معلوم والكيف مجهول
فمن الأحاديث المتواترة الواردة في العلو

“… Amma ba’du.
Pada tahun 698H, saya kumpulkan hadits hadits dan riwayat riwayat tentang masalah sifat tinggi, hingga saya tidak sempat untuk membicarakan sebagiannya dan tidak mencakup semua yang meriwayatkannya. Lalu saya ikuti karangan yang kalimat awalnya adalah, maha suci Allah yang maha agung, dengan segala puji atas-Nya setelah mengetahuinya. Sekarang saya memohon pertolongan, Dialah pelindung kami dan sebaik baik penjamin.
Allah تعالى berfirman, Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy (Qs. Al A’roof :54) dan (Qs. Yuunus :3)

Firman-Nya pula, Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya di atas air. (Qs. Huud :7)

Firman Allah dalam menggambarkan sifat Al Qur’an-Nya yang mulia, Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang Tinggi.(yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas 'Arsy (Qs. Thoohaa :4-5), Firman-Nya pula, Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas Arsy[1071], (Dialah) yang Maha pemurah, Maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia (Qs. Furqoon :59). Juga ayat ayat lain tentag istiwa’ (bersemayam).
Firman Allah تعالى , Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati" (Qs. Fushshilat :11)
Firman Allah تعالى, Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu (Qs. Al Baqoroh :29) Firman Allah, Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, Kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (Qs. Sajdah :5) Firman Allah, Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[1249] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. (Qs. Faathir :10) Firman Allah, (ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku. (Qs. Aali ‘Imroon :55) Firman Allah pula, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah Telah mengangkat Isa kepada-Nya. (Qs. An-Nisaa’ :157-158)

Firman Allah تعالى tentang malaikat, Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) (Qs. An Nahl :50) Firman Allah, Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan mengirimkan badai yang berbatu. (Qs. Al Mulk :16-17) Firman Allah, (yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (Qs. Al Ma’aarij :3-4) Firman Allah, Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi supaya Aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya Aku dapat melihat Tuhan Musa dan Sesungguhnya Aku memandangnya seorang pendusta". (Qs. Al Ghofir / Al- Mu’min :36-37)

Jika engkau berpikir obyektif, maka berhentilah kepada nash nash Al-Qur’an dan Hadits, kemudian lihatlah pernyataan para Sahabat, Tabi’in, dan para Imam tafsir dalam ayat ayat ini, serta apa yang Ulama salaf riwayatkan. Jika engkau ingin memberi komentar, maka berilah komentar dengan ilmu atau lebih baik diam. Tinggalkanlah perdebatan dan saling membantah, karena perdebatan tentang Al-Qur’an adalah kekafiran sebagaimana diungkapkan oleh Hadits shahih.
Setelah memaparkan hadits hadits Nabawi, akan anda lihat pendapat pendapat para imam pada masalah itu dalam berbagai tingkatan mereka.
Allah memadukan hati kita dalam ketaqwaan, karena kita berada dalam pedoman yang benar dan ikatan yang kuat, bahwa Allah telah suci nama-Nya dan tiada misal bagi-Nya. Iman kita kepada apa yang telah tetap dari sifat sifat-Nya adalah seperti keimanan kita kepada dzat-Nya yang suci. Dengan kata lain, sifat mengikuti dzat yang disifati. Maka hendaklah engkau pahami keberadaan Allah dan keistimewaan-Nya. Dari yang menyerupakannya tanpa mengetahui hakekatnya. Begitu juga perkataan tentang sifat sifat-Nya, hendaknya kita mengimaninya, menalar keberadaan-Nya dan mengetahuinya dalam makna yang umum tanpa merekayasa atau melakukan penyerupaan dan mempertanyakan bagaimana atau memisalkan dengan sifat sifat makhluk-Nya. Maha tinggi Allah dari semua itu. Maka, sebagaimana yang dikatakan oleh imam Malik dan yang lain, sesungguhnya istiwa’ (bersemayam) itu adalah hal yang ma’lum tapi bagaimananya tidak diketahui (majhul).
Banyak hadits hadits mutawatir yang membicarakan masalah “ulluw” (tinggi).” Selesai perkataan imam Adz Dzahabi.

Dari muqodimah kitab beliau diatas sudah tampak jelas bahwa apa yang akan beliau tuangkan didalam kitabnya adalah merupakan penetapan sifat sifat Allah yang sesuai dengan Nash nash serta pendapat para salafush sholih. Dan bantahan kepada para ahli kalam/filsafat serta kelompok yang mencoba melakukan takwil, ta’thil, takhrif, takyif, serta tamtsil terhadap Asma’ wa Sifat Allah تعالى
Aduhai alangkah tepat syair berikut ini,

فالبهت عندكم رخيص سعره حثوا بلا كيل ولا ميزان

Di sisi kalian, dusta itu sangat murah harganya.
Tanpa ditakar dan ditimbang mereka menghamburkannya.


Saya pribadi bukanlah seorang ustadz atau bahkan lebih dari itu, akan tetapi setelah melihat tulisan tulisan diblog mereka yang dengan berani mereka mengklaim bahwa mereka diatas kebenaran (padahal curang) dan menuduh bahwa para ulama dan para da’i yang notabene mereka berhujjah dengan Al-Qur’an dan Hadits serta mengikuti para ulama salaf dalam berpendapat dikatakan salah dan curang, maka rasanya tidaklah patut kita tinggal diam terhadap kemungkaran mereka. Kita harus lawan pemahaman (salah) mereka dengan sebatas kemampuan yang ada, kita jelaskan kepada kaum muslimin betapa curangnya mereka dalam menukil, dalam menterjemah, bahkan saat memberi kesimpulan. Dan salah satunya adalah tulisan mereka dibawah ini, mereka berkata:

----------------
BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG AHLUSSUNNAH (BAG II)
Posted on June 9, 2009 by salafytobat

Inilah bantahan ke bagi artikel agama wahhaby yangberjudul :

“BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG MANHAJ SALAFY AHLUSSUNNAH (BAG II)”

Kepada pemeluk agama wahhaby yang gemar memalsukan pendapat ulama, kami tantang untuk menghadirkan scan kitab ulama-ulama tersebut jika kalian benar! (Untuk Perbesar Image, doubleklik pada image)

ALBANI & AZ-ZAHABI KATA: AKIDAH ISLAM ADALAH “ALLAH WUJUD TANPA BERTEMPAT” & ALLAH TIDAK BERSEMAYAM/DUDUK ATAS ARASY.

Silakan pembaca rujuk teks kenyataan Allah Wujud Tanpa Bertempat Dan Tanpa Berarah oleh Al-Bani & Az-Zahabi :

Kitab: Mukhtasor ‘Ulu Li ‘Aliyyil ‘Azhim.
Pengarang: Syamsuddin Az-Zahabi.
Pentahkik: Nasiruddin Al-Bani.
Cetakan: Maktab Islami.
Mukasurat: 71.

Kenyataan teks Al-Bani bersumber kitab di atas : “ Apabila kamu telah mendalami perkara tersebut, denganizin Allah kamu akan faham ayat-ayat Al-Quran dan Hadith Nabai serta kenyataan para ulama Salaf yang telah dinyatakan oleh Az-Zahabi dalam kitabnya ini Mukhtasor bahawa erti dan maksud sebalik itu semua adalah makna yang thabit bagi Allah iaitu ketinggian Allah pada makhluk-makhlukNya ( bukan ketinggian tempat), istawanya Allah atas arasyNya layak bagi keagonganNya dan Allah tidak ber arah dan Allah tidak bertempat”.
(Sila rujuk kitab tersebut yang telah di scan di atas).
-------------------

Saya katakan: Sungguh aneh orang orang ini, tidakkah mereka tahu makna dari Al Wahhab (pemberi karunia), bukankah itu merupakan salah satu dari nama Allah? Jadi kalau mereka berkata wahhaby, berarti penyandarannya kepada Allah dan ini adalah sebuah kebenaran. Dan kalau yang mereka maksud dengan wahhaby adalah orang mengambil pendapat pendapat syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam permasalahan agama, maka coba tanyakan kepada mereka, pernahkah kaum yang kalian tuduh wahhaby itu menyandarkan agama mereka hanya kepada pendapat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab? Tentu saja tidak, Mungkin jawaban yang ada hanya syaikh adalah termasuk salah satu ulama kami, salah seorang mujaddid yang memberantas kesyirikan.
Dan perkataan mereka, bahwa wahhaby suka memalsukan kitab? Tentu ini suatu yang sangat menggelikan. Kitab apa yang telah dipalsukan oleh orang orang yang kalian beri gelar wahhaby? Hanya dengan menampilkan scan kitab 1 atau 2 halaman kalian mencoba menipu umat. Padahal kalau kitab tersebut dibaca secara keseluruhan, maka kitab itu akan menyerang pemahaman kalian dan orang orang yang bersama kalian.
Baiklah, saya rasa tidak perlu bertele tele, dibawah ini kami postingkan tulisan syaikh Albani yang mereka klaim merupakan pernyataan tobat beliau. Kami ambil ini dari software kitab Beliau, cet. maktab islami, hal 69 – 70. Akan kami tampilkan tulisan ini dari sub judul pembahasan sampai dengan bagian yang mereka terjemahkan. Kemudian silahkan dibandingkan.

الشبهة الثالثة : المكان
وإذا عرفت الجواب عن الشبهة السابقة ( الجهة ) يسهل عليك فهم الجواب عن هذه الشبهة وهو أن يقال :
إما أن يراد بالمكان أمر وجودي وهو الذي يتبادر لأذهان جماهير الناس اليوم ويتوهمون أنه المراد بإثباتنا لله تعالى صفة العلو . فالجواب : أن الله تعالى منزه عن أن يكون في مكان بهذا الاعتبار فهو تعالى لا تحوزه المخلوقات إذ هو أعظم وأكبر بل قد وسع كرسيه السموات والأرض وقد قال تعالى : { وما قدر الله حق قدره والأرض جميعا قبضته يوم القيامة والسماوات مطويات بيمينه } وثبت في ( الصحيحين ) وغيرهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : يقبض الله
[ 69 ]

[ صفحة 70 ]
بالأرض ويطوي السماوات بيمينه ثم يقول : أنا الملك أين ملوك الأرض ؟ )
وأما أن يراد بالمكان أمر عدمي وهو ما وراء العالم من العلو فالله تعالى فوق العالم وليس في مكان بالمعنى الوجودي كما كان قبل أن يخلق المخلوقات
فإذا سمعت أوقرأت عن أحد الأئمة والعلماء نسبة المكان إليه تعالى . فاعلم أن المراد به معناه العدمي يريدون به إثبات صفة العلو له تعالى والرد على الجهمية والمعطلة الذين نفو عنه سبحانه هذه الصفة ثم زعموا أنه في كل مكان بمعناه الوجودي قال العلامة ابن القيم في قصيدته ( النونية ) ( 2 / 446 - 447 - المطبوعة مع شرحها ( توضيح المقاصد ) طبع المكتب الإسلامي )
والله أكبر ظاهر ما فوقه شيء وشأن الله أعظم شان
والله أكبر عرشه وسع السما والأرض والكرسي ذا الأركان
وكذلك الكرسي قد وسع الطبا ق السبع والأرضين بالبرهان
والله فوق العرش والكرسي لا تخفى عليه خواطر الإنسان
لا تحصروه في مكان إذ تقو لوا : ربنا حقا بكل مكان
نزهمتوه بجهلكم عن عرشه وحصرتموه في مكان ثان
لا تعدموه بقولكم : لا داخل فينا ولا هو خارج الأكوان
الله أكبر هتكت أستاركم وبدت لمن كانت له عينان
والله أكبر جل عن شبه وعن مثل وعن تعطيل ذي كفران
إذا أحطت علما بكل ما سبق استطعت بإذن الله تعالى أن تفهم بيسر من الآيات القرآنية والأحاديث النبوية والآثار السلفية التي ساقها المؤلف رحمه الله في هذا الكتاب الذي بين يديك ( مختصره ) أن المراد منها إنما هو معنى معروف ثابت لائق به تعالى ألا وهو علوه سبحانه على خلقه واستواؤه على عرشه على ما يليق بعظمته وأنه مع ذلك ليس في جهة ولا مكان إذ هو خالق كل
[ 70 ]

Berkata Syaikh Al Albani:

Isu Ketiga: “Tempat”
Jika anda mengetahui jawaban dari isu kedua tentang arah, maka sangat mudah bagimu untuk memahami jawaban tentang isu ini. Katakan, jika yang dimaksud dengan tempat adalah perkara kongkrit dengan pemahaman kebanyakan orang pada saat ini, dan mengira bahwa itulah yang kita maksud dengan menetapkan sifat ‘tinggi’ kepada Allah, maka jawabannya adalah, sesungguhnya Allah maha suci untuk berada disuatu tempat seperti pemahaman diatas. Dia tidak dapat disamakan dengan makhluk-Nya, karena dia maha agung dan maha besar. Bahkan kursi-Nya memenuhi seluruh langit dan bumi.
Allah تعالى berfirman, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Qs. Az-Zumar :67)

Dalam shahih Bukhori - Muslim dan yang lainnya dari Nabi صلى الله عليه وسلم Beliau bersabda: “Allah menggenggam bumi dan menggulung langit dengan Tangan Kanan-Nya”. Kemudian Allah berfirman : “Akulah Raja, dimana raja raja bumi?”

Kalau yang dimaksud tempat adalah suatu perkara abstrak yang berarti telah ada sebelum adanya dunia, sebelum adanya sifat ‘tinggi’, maka ketahuilah bahwa Allah تعالى diatas alam dan tidak ada tempat bermakna kongkrit sampai Allah تعالى menciptakan makhluk-Nya.

Jika engkau mendengar atau membaca dari salah satu imam atau ulama tentang penisbatan ‘tempat’ kepada Allah تعالى, maka ketahuilah bahwa maksudnya adalah tempat dalam pengertian abstrak. Yang mereka maksudkan adalah penetapan sifat tinggi (‘uluw) bagi Allah تعالى, dan bantahan kepada kelompok jahmiyah dan orang orang yang meniadakan maknanya serta menafikkan sifat tersebut dari Allah تعالى, kemudian mereka beranggapan bahwa Allah ada dalam setiap tempat dengan makna fisik. Ibnu Qoyyim dalam “An-Nuniyah” menyatakan:

Allah Maha Besar
Jelas, tiada satupun diatas-Nya
Perkara Allah adalah sebesar besar perkara

Allah paling besar Arsy-Nya, memenuhi langit dan bumi
Sedang kursi-Nya memiliki pilar
Dan kursi juga telah memenuhi ketujuh tingkatan langit dan bumi dengan dalil

Allah diatas Arsy dan Kursi
Tidak samar (bagi-Nya) apa yang ada dalam angan angan manusia
Jangan membatasi-Nya dengan tempat
Ketika kalian mengatakan: “Tuhan kita benar benar berada disetiap tempat”

Engkau sucikan Dia dengan ketidaktahuan kalian tentang Arsy-Nya
Dan kalian batasi Dia dengan tempat
Janganlah kalian meniadakan-Nya dengan mengatakan: “Dia tidak dialam kita, juga tidak diluar alam”

Allah Maha Besar
Runtuhlah penutup (tabir tabir) kalian dan nampaklah kebenaran yang dapat dilihat
Allah Maha Besar
Maha Agung dari segala penyerupaan, pemisalan, peniadaan orang orang yang ingkar (kafir).


Jika engkau telah mengetahui semua pengetahuan yang ada diatas, maka –dengan izin Allah- anda akan mampu memahami dengan mudah ayat ayat Al-Qur’an, hadits hadits Nabi, dan pendapat pendapat salaf yang dituangkan oleh penyusun kitab yang (ringkasannya) ada ditangan anda, bahwasanya yang dimaksudkan adalah pengertian yang sudah dikenal, tetap, serta layak bagi Allah تعالى. Pengertian tersebut adalah ‘ketinggian’ Allah diatas makhluk-Nya, dan bersemayam-Nya Dia diatas Arsy-Nya yang sesuai dengan keagungan-Nya. Dengan demikian, maka Dia tidak ada dalam arah maupun tempat karena Dia adalah pencipta segala sesuatu.

Saya (Abu Aisyah) mengatakan, dari nukilan diatas maka silahkan -wahai para pembaca sekalian- untuk menilai, siapa yang curang dalam menukil? Siapakah yang curang dalam menterjemahkan? dalam terjemahannya, situs salafytobat mengatakan,
------
Kenyataan teks Al-Bani bersumber kitab di atas : “ Apabila kamu telah mendalami perkara tersebut, denganizin Allah kamu akan faham ayat-ayat Al-Quran dan Hadith Nabai serta kenyataan para ulama Salaf yang telah dinyatakan oleh Az-Zahabi dalam kitabnya ini Mukhtasor bahawa erti dan maksud sebalik itu semua adalah makna yang thabit bagi Allah iaitu ketinggian Allah pada makhluk-makhlukNya ( bukan ketinggian tempat), istawanya Allah atas arasyNya layak bagi keagonganNya dan Allah tidak ber arah dan Allah tidak bertempat”.
(Sila rujuk kitab tersebut yang telah di scan di atas).
-------
Lihat wahai para pembaca, bahasa yang digunakan dalam menterjemahkan bukan bahasa yang mudah untuk dipahami. Bahkan terkesan ngawur. Pertama kitab mukhtasor adalah kitab syaikh Albani, tapi diatas jadi milik Adz Dzahabi. Kedua dia mencoba menghilangkan maka dari perkataan syaikh tentang bersemayam-Nya Allah diatas Arsy. Padahal kalau kita baca perkataan syaikh Albani secara keseluruhan dan apa yang beliau nukil dari Ibu Qoyyim, maka akan kita dapati penetapan syaikh akan bersemayam-Nya Allah diatas Arsy. Silahkan baca secara seksama syair dari Ibnu Qoyyim diatas.

Dan juga perkataan Syaikh dibawah ini:
وأقول : أما النقل الصحيح فهو موضوع مختصر كتاب الحافظ الذهبي الذي بين يديك فستجد فيه ما يجعلك على مثل اليقين مؤمنا بأن الآيات القرآنية والأحاديث النووية والآثار السلفية متفقة كلها على أن الله تعالى فوق عرشه بذاته بائنا من خلقه وهو معهم بعلمه . وسترى إنشاء الله تعالى أن أئمة المذاهب المتبعة وأتباعهم الأولين ومن سار على نهجهم من التابعين لهم حتى أواخر القرن السادس من الهجرة قد اتفقت فتاواهم وكلماتهم على إثبات الفوقية لله تعالى على عرشه وخلقه وعلى كل مكان وأن ذلك كما أنه متواتر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو مجمع عليه من السالفين والأئمة الماضين من المحدثين والفقهاء والمفسرين واللغوين وغيرهم
_________

Syaikh berkata: “Riwayat yang shahih merupakan tema ringkas yang dapat engkau temukan dalam kitabnya Hafidz Adz Dzahabi yang ada dihadapan anda. Didalamnya anda akan temukan semacam keyakinan imani bahwa ayat ayat Al-Qur’an, hadits hadits Nabi dan atas (riwayat-riwayat) salaf menuju pada satu kesimpulan bahwa Allah diatas Arsy denga Dzat-Nya, terpisah dengan makhluk-Nya dan dengan ilmu-Nya Dia bersama mereka.
Kemudian, Insya Allah, anda akan menemukan bahwa para imam madzhab dan para pengikut mereka dan generasi awal yaitu para Tabi’in hingga akhir kurun ke 6 H mereka telah sepakat untuk menetapkan sifat “atas” bagi Allah, baik diatas Arsy-Nya, atau diatas makhluk makhluk-Nya dan diatas seluruh tempat. Kesimpulan tersebut disamping diriwayatkan secara mutawatir dari Rosululloh صلى الله عليه وسلم , juga telah disepakati berasal dari para ulama salaf dan para imam terdahulu yang terdiri dari ahli hadits, ahli fiqh, ahli tafsir, bahasa dan lain sebagainya. (Mukhtasor Al ‘Uluw, hal. 49-50)
Terus bagaimana makna dari perkataan Syaikh tentang Allah tidak ada dalam arah maupun tempat? Jawabanya adalah, bahwa Syaikh disini mengajak kita untuk memahami arah dan tempat dalam artian yang benar yaitu ‘Uluw (tinggi). Dan yang diingkari beliau adalah arah dan tempat menurut pemahaman orang orang menyimpang. Sebagaimana syair Ibnu Qoyyim diatas.

Demikianlah sedikit ilmu yang ada pada saya, semoga apa yang saya tulis ini dapat dipahami dengan baik. Dan semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah تعالى untuk selalu berpegang dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, sesuai dengan pemahaman yang benar (salafush sholih), dan menapaki jalannya orang orang mukmin.
والله سبحانه الموفق والمعين

Catatan : Seandainya Antum mau mendapatkan software kitab Mukhtasor Al Ulluw silahkan Download disini

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah. saya kadang merasa kalau orang orang situs salafytobat adalah orang malaysia, karena logatnya kayak mereka... hah hah, kita diobok obok malaysia lagi.... weh weh!

Anonim mengatakan...

Ternyata membantah mereka hanya cukup dengan memaparkan tulisan syaikh saja.. Benar benar tuh situs nggak ilmiah

Anonim mengatakan...

علوه سبحانه على خلقه واستواؤه على عرشه على ما يليق بعظمته وأنه مع ذلك ليس في جهة ولا مكان إذ هو خالق كل
[ 70 ]

orang pun tertawa melihat pembahasan anda yg tolol!

lihat terjamahan ente sendiri :
" Dengan demikian, maka DIA tidak ada dalam arah maupun tempat karena DIA adalah pencipta segala sesuatu, termasuk didalamnya arah dan tempat. Dia tidak membutuhkan dunia ini."

ck ck ck

Abu Nayla mengatakan...

Alhamdulillah. Telah banyak yang merespon, baik yang mendukung atau membodohkan. iya kami insyaf terdapat kesalahan, yaitu tambahan kata dalam terjemahan yang sebenarnya tidak termasuk dalam kitab tapi merupakan tambahan untuk memeperjelas tapi ikut tertulis disana, dan seolah termasuk terjemahan kitab. semoga Allah mengampuni kami, dan akan kami hapus tambahan (termasuk didalamnya arah dan tempat. Dia tidak membutuhkan dunia ini, walaupun demikian tambahan tersebut tidak merubah dari maksud penulis kitab, tidak seperti blog slftobat. Baiklah kepada orang anonim diatas, sukron atas kritiknya. Tapi coba bandingkan pemaparan diatas dengan salafytobat yang mengklaim bahwa syaikh Albani taubat? jawablah dengan jujur!!!

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum, Akhi Abu Nayla, Sepertinya anonim diatas adminya salafytobat. Dari bekas difeedjit terlihat dia dari penang malaysia. Gampang saja sebenarnya membantah mereka, lha kalau emang syaikh Albani taubat tentu saja hal tersebut bakal diketahui oleh masyarakat luas apalagi para salafiyin. Bukankah dari zaman Syaikh masih hidup para murid senior Beliau selalu berkunjung keIndonesia, seharusnya hal tersebut tidak samar bagi mereka. Nyatanya sampai sekarang para murid Syaikh masih mendakwahkan Allah Diatas Arsy beristiwa'. dan mendakwahkan kalau itu juga adalah aqidah Syaikh. Memang tu blognya orang aneh, biasanya untuk mengalihkan orang dari pembahasan pokok mereka mencari kesalahan kesalahan yang lain, padahal kesalahan mereka sangat fatal...
udah nggak usah dilayani aja...

Anonim mengatakan...

Yaah...salep tobat diladenin...habis waktu antum akh.

Wis wis, kita tuntut ilmu aja. Jgn menyibukkan diri dengan bantah2an. Cukuplah sekali dua kali kita bantah, selanjutnya serahkan urusannya pada Allah Ta'ala

Imam mengatakan...

Alhamdulillah ini ilmu dan karunia Allah, dengan ilmu kita bisa berhujjah.